Welcome Guest Login or Signup
LIVE CHAT | BOOKMARK
 

EVENTS HOME   ADD NEW EVENT   CALENDAR  
 

Social Event


Posted By:
postmaster
When:
29/01/2009 at 01:00 pm
Where:
Depok,
Indonesia


Webometrics Januari 2009: UG nomor 4 di Indonesia



Peringkat
webometrics merupakan salah satu informasi yang sering saya amati,
minimal setiap bulan Januari dan Juli :)  Semacam ritual rutin setiap
semester kali ya :) Akhirnya pada hari ini, tanggal 26 Januari 2009, webometrics sudah mengumumkan “World Universities’s Ranking on The Web
untuk edisi Januari 2009. Sekedar mengingat kembali tentang webometrics
ini, mungkin ada baiknya kita lihat kembali beberapa tulisan saya
sebelumnya yaitu (1) Posisi UG pada Webometric Edisi Juli 2008 di sini, (2) Beberapa Lembaga Pemeringkat World Class Universities di sini, dan 3) Perguruan Tinggi di Jepang sebagai Rajanya Webometrics di Asia di sini.


Indonesia Bertambah Lagi


Jumlah perguruan tinggi di Indonesia yang masuk Top 5000 dunia
kembali meningkat. Pada edisi Januari 2009 ini tercatat sebanyak 33 PT
atau ada penambahan 10 PT dibandingkan edisi sebelumnya. Jika
dibandingkan dengan edisi sebelumnya, perguruan tinggi yang paling
banyak “lompatannya” adalah UG :)
yaitu melonjak sebanyak1020 peringkat. Jika dilihat untuk masing-masin
parameternya, UG menunjukkan lonjakan paling tinggi di visibility, yang
diikuti berturut-turut oleh rich files, size, dan google scholar. Nanti
kita lihat tersendiri mengenai perkembangan peringkat UG ini.




UGM tetap mempertahankan posisinya sebagai yang terbaik di
Indonesia, disusul oleh ITB dan UI. Gunadarma sendiri menempati posisi
ke-4 :) Sebuah lonjakan yang cukup signifikan juga tentunya :)
Lalu siapakah yang terdepan untuk masing-masing parameter? UGM menjadi
yang terdepan dalam visibility dan size. UI dan ITB membayangi dengan
ketat untuk dua parameter tersebut. Unair sebagai yang terbaik di
Indonesia dalam hal google scholar. Perguruan Tinggi lain yang
tergolong “papan atas” dalam urusan google scholar adalah Petra, ITB,
Unair dan IPB. Sedangkan UG sendiri menjadi yang terbaik ke-empat di
Indonesia untuk parameter rich files. Sayang sampai tulisan ini
disajikan, peringkat Top 100 ASEAN belum dipublikasikan oleh
webometrics. Namun khusus untuk tingkat Asia, Indonesia lagi-lagi hanya
menempatkan UGM dan ITB dalam Top 100 Asia
Perguruan tinggi di Jepang masih mempertahankan reputasinya sebagai
raja webometrics di Asia. Jadi ingat tulisan saya mengenai profil ICT
di negara-negara di Asia, yang filenya bisa dilihat di sini.
Mengenai “saudara tua: kita hehehe, semoga kedatangan delegasi
dariTokyo University of Technology (TUT) ke UG pada tanggal 13 Januari
2009 bisa menularkan “pesona”nya ke UG.


Kiprah UG


Sekarang mari kita lihat kiprah UG :)
Pada edisi Januari 2009 ini UG kembali meningkat posisinya baik di
tingkat nasional, Regional (ASEAN), dan internasional. Pada tingkat
nasional UG meningkat dari posisi ke-9 menjadi ke- 4, atau tepat
dibawah UGM, ITB, dan UI dengan daftar peringkat selengkapnya dapat
dilihat di sini. Untuk tingkat regional ASEAN, peringkat UG masih belum bisa dilihat (walaupun bisa dikira2 sih :)
) karena belum direlease. Peringkat dunianya juga kembali melonjak
lebih dari 1000 anak tangga yaitu dari peringkat ke-2624 menjadi 1604.
Jika dibandingkan edisi Januari 2007, peringkat UG sudah melompat
sebanyak lebih dari 3000, atau rata-rata meningkat sebanyak 600 per
edisi. Mari kita lihat dulu perkembangkan peringkat UG dari Januari
2007 sampai Januari 2009 yang selengkapnya disajikan pada tabel di
bawah ini.

Selama kurun waktu 2,5 tahun, UG berhasil
meningkatkan peringkat visibility sebanyak 1600-an Disinilah salah satu
faktor kunci yang menyebabkan UG bisa melonjak peringkatnya. Parameter
ini mempunyai bobot terbesar dibandingkan tiga parameter lainnya. Untuk
lengkapnya silahkan dilihat kembali metodologi yang digunakan oleh
webometrics di sini.
Peningkatan visibility ini bisa diartikan bahwa semakin banyak situs
eksternal yang membuat tautan (link) ke domain dan sub domain UG.
Semoga kondisi tersebut menunjukkan UG semakin dikenal di dunia maya :)


Jumlah halaman web (web page) pada domain dan sub
domain UG juga meningkat tajam. Peningkatan tersebut diukur dengan
parameter size yang meningkat dari peringkat 5279 pada Januari 2007
menjadi ke-1041 pada januari 2009. Semakin banyaknya halaman web
tersebut menunjukkan semakin banyaknya informasi yang bisa diakses di
situs UG. Penyumbang terbesar halaman web di situs UG  adalah studentsite, yang selanjutnya diikuti oleh website perpustakaan, UG Community, dan Staffsite.


Posisi UG untuk parameter rich files menunjukkan
perubahan peringkat yang fluktuatif. UG sempat menempati posisi ke-732
pada Juli 2007, namun menurun pada dua periode berikutnya. Syukurlah
pada edisi Januri 2009 ini UG berhasil meningkatkan posisi rich files
menjadi peringkat ke-1773- atau terbaik ke empat di Indonesia.
Kebijakan open content dan partisipasi dosen dan satuan kerja terkait
menjadi faktor kunci disini. Penyumbang terbesar rich files adalah website perpustakaan, yang disusul oleh UG Staffsite dan UG-Repository.


Parameter yang relatif masih kurang di UG adalah
Google Scholar. Walaupun meningkat kurang dari 500 peringkat menjadi ke
1999  pada edisi terakhir ini, posisi google sholar relatif masih kalah
posisinya dibandingkan tiga parameter lainnya. Sub domain yang dominan
memberikan kontribusi pada google sholar ini adalah UG Repository.


Tantangan Ke Depan


Lonjakan peringkat tersebut menunjukkan kontribusi
civitas academika, unit kerja dan jajaran pimpinan di UG dalam
pengisian konten atau informasi di dunia maya. Keberhasilan mahasiswa
bisa dilihat dari keaktifannya dalam pemanfaatan studentsite dan UG
community, serta kontribusinya dalan beberapa blog komunitas di UG.
Peran dosen terlihat dominan di staffsite- yaitu melalui pengunggahan
(upload) bahan ajar atau tulisan-tulisan ilmiah di masing-masing
homepage-nya. Alumni pun mulai menunjukkan kontribusinya melalui UG
Community. Semoga peran dan kontribusi alumni semakin meningkat dengan
rencana peluncuran UG Career Center “gaya baru” nanti- sebagai
penyempurnaan UG Career Center saat ini.


Peran satuan kerja dapat dilihat dari pengisian
content di masing-masing situsnya. UG sendiri sudah mengambil kebijakan
desentralisasi pemutakhiran content. Jadi keberhasilan website
perpustakaan sebagai penyumbang terbesar untuk rich files dan Size
menunjukkan kerja keras dan kerja sama teman-teman di perpustakaan.
Namun semua kerja keras dan kerja sama tersebut tentunya didukung oleh
pimpinan UG yang memberikan dukungan sarana dan prasarana teknologi
informasi dan komunikasi yang tergolong di atas rata-rata- termasuk
kebijakan open content dan dukungannya terhadap pengisian konten oleh
komunitas di UG.


Apakah kita hanya sekedar mengejar peringkat Webometrics? Atau cukup puaskan dengan kenaikan peringkat di dunia maya tersebut?


Sebagai salah satu ukuran pencapaian, kinerja UG
tersebut tentunya patut dibanggakan. Namun peringkat tersebut
sebenarnya bukanlah tujuan akhir, atau satu-satunya parameter yang
dikejar untuk menunjukkan kinerja sebuah perguruan tinggi. Empat
parameter webometrics idealnya bisa meningkat terus seiring dengan
produktifitas atau pengisian konten di website UG. Konten atau
informasi tersebut tentunya harus memberikan manfaat kepada civitas
academica atau masyarakat luas. Jika informasi yang ada di situs
tersebut mempunyai “nilai” atau bermanfaat, maka masyarakat- atau
minimal dosen dan mahasiswa, akan mengakses domain UG- syukur-syukur
memberikan tautan tentunya :)
Jadi “kekayaan” dan “nilai” konten tersebut pada akhirnya akan
meningkatkan popularitas domain UG- yang  bisa diukur dengan traffic,
visibility, atau pagerank. Soal ukuran-ukuran tersebut, teman-teman dari IT lebih berkompeten untuk menganalisisnya.


Saya teringat konsep SPIR dalam proses adopsi TIK, yang merupakan kepanjangan dari Social Presence dan Information Richness
Intinya, peningkatan SPIR tersebut dapat mempercepat laju penetrasi
sebuah layanan TIK- termasuk website oleh masyarakat penggunanya.
Aktualisasi dari konsep tersebut diantaranya adalah civitas academica
merupakan komunitas yang sangat penting dalam pengisian konten. Dan
sekali lagi, konten tersebut harus bernilai atau bermanfaat baik untuk
civitas academica sendiri maupun masyarakat. Inilah yang menjadi inti
dari sebuah proses pendidikan di perguruan tinggi, termasuk perannya di
dunia maya.

Disadur dari : http://nustaffsite.gunadarma.ac.id/blog/bhermana


Bookmark:

No event guests